
Sejarah Muzdalifah
Muzdalifah adalah kawasan terbuka di antara Arafah dan Mina, tempat jamaah haji bermalam setelah meninggalkan Arafah. Namanya dalam riwayat masyhur berkaitan dengan gerakan bertahap atau mendekat, menggambarkan perpindahan jamaah dari Arafah menuju Mina dalam rangkaian ibadah haji.
Kawasan ini menjadi bagian dari perjalanan haji sejak masa Nabi Ibrahim عليه السلام. Dalam QS Al-Baqarah: 198, Allah menyebutnya sebagai Masy'aril Haram, tempat jamaah berzikir setelah bertolak dari Arafah. Hingga kini, Muzdalifah tetap menjadi tempat bermalam yang dilalui setiap jamaah haji sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.
Kedudukan dalam Ibadah Haji
Mabit di Muzdalifah adalah salah satu rangkaian wajib haji yang dilakukan setelah wukuf di Arafah. Jamaah tiba pada malam 10 Dzulhijjah dan bermalam hingga dini hari, lalu bertolak menuju Mina.
- Mabit menginap di Muzdalifah setelah bertolak dari Arafah.
- Mengumpulkan batu untuk melontar jumrah di Mina.
- Shalat jamak Maghrib dan Isya saat tiba di Muzdalifah.
Setelah mabit, jamaah melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan rangkaian amalan berikutnya. Karena waktu bermalam relatif singkat, jamaah dianjurkan memanfaatkannya untuk beristirahat dan menyiapkan tenaga.
Dalil & Riwayat
Al-Qur'an memerintahkan berzikir di Masy'aril Haram setelah bertolak dari Arafah. Allah berfirman:
"Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram." — QS Al-Baqarah: 198
Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara jamak ketika tiba di Muzdalifah, lalu bermalam di sana hingga sebelum terbit matahari. Beliau kemudian bertolak menuju Mina setelah shalat Subuh.
Amalan & Doa di Muzdalifah
Waktu di Muzdalifah dipergunakan untuk beristirahat sekaligus memperbanyak ibadah. Beberapa amalan yang biasa dilakukan jamaah selama bermalam di kawasan terbuka ini.
- Melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara jamak saat tiba.
- Beristirahat untuk menyiapkan tenaga menuju Mina.
- Berzikir dan berdoa hingga waktu Subuh.
- Mengumpulkan batu secukupnya untuk melontar jumrah.
Mengumpulkan batu untuk melontar dilakukan secukupnya. Tidak perlu berlebihan, karena yang dibutuhkan hanya sejumlah lemparan yang ditentukan. Jamaah juga dianjurkan menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di area mabit.
Catatan untuk Jamaah Indonesia
Muzdalifah adalah kawasan terbuka tanpa bangunan, sehingga jamaah bermalam di bawah langit terbuka. Jamaah Indonesia dianjurkan menyiapkan alas tidur sederhana, pakaian hangat, dan menjaga barang bawaan. Perbedaan suhu malam hari perlu diantisipasi dengan pakaian yang memadai.
Tetap berada di dekat rombongan dan mengikuti arahan pembimbing membantu kelancaran perpindahan menuju Mina pada dini hari. Jaga kondisi tubuh dengan istirahat semaksimal mungkin, serta simpan barang berharga di tempat yang aman selama bermalam. Isi waktu mabit dengan zikir, doa, dan istirahat seperlunya, serta jangan menjauh dari titik kumpul rombongan agar tidak tersesat di tengah keramaian. Bila membawa lansia atau anak-anak, pastikan mereka cukup hangat dan aman selama bermalam di tempat terbuka.
Menjaga ketertiban dan kebersihan di area mabit adalah bagian dari menjaga kenyamanan bersama. Setelah mendapat arahan pembimbing, bersiaplah bertolak menuju Mina pada dini hari dengan tertib dan tanpa tergesa-gesa. Jerih payah satu malam ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji yang penuh hikmah.
Apa yang Jamaah Lakukan di Muzdalifah
Setibanya di Muzdalifah, jamaah menunaikan shalat Maghrib dan Isya secara jamak, lalu bermalam di kawasan terbuka tersebut. Waktu malam digunakan untuk beristirahat, berzikir, dan berdoa hingga waktu Subuh.
Sebagian jamaah memanfaatkan malam ini untuk mengumpulkan kerikil yang akan dipakai melontar jumrah di Mina keesokan hari. Batu diambil secukupnya, sesuai jumlah lemparan yang dibutuhkan, tanpa perlu berlebihan. Menjelang dini hari, rombongan bersiap bergerak menuju Mina untuk melanjutkan rangkaian amalan.
Waktu dan Suasana Malam di Muzdalifah
Muzdalifah adalah kawasan terbuka tanpa bangunan permanen, sehingga jamaah bermalam di bawah langit terbuka. Rombongan biasanya tiba pada malam 10 Dzulhijjah setelah bertolak dari Arafah, dan sebagian berangkat lebih awal menuju Mina, terutama jamaah lanjut usia dan yang lemah.
Suasana malam di sini terasa sederhana: alas digelar berjajar, lampu penerangan menerangi area, dan jamaah memanfaatkan waktu untuk istirahat. Menurut riwayat dalam hadis sahih, Rasulullah bermalam di sini hingga sebelum terbit matahari, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Bukhari dan Muslim.
Kesalahan Umum di Muzdalifah
Beberapa kekeliruan yang perlu diperhatikan:
- Meninggalkan Muzdalifah tanpa mabit sama sekali, padahal mabit termasuk amalan wajib yang menuntut dam bila ditinggalkan tanpa uzur.
- Mengumpulkan kerikil dalam jumlah berlebihan sehingga memberatkan bawaan.
- Berpisah dari rombongan di tengah kegelapan atau keramaian kendaraan.
- Mengabaikan perlengkapan tidur sehingga kedinginan dan kelelahan menjelang hari padat.
Mengikuti arahan pembimbing mengenai waktu pergerakan adalah kunci kelancaran dari Arafah menuju Muzdalifah lalu Mina.
Tips Praktis Mabit di Muzdalifah
Persiapan yang membantu: membawa alas tidur tipis, pakaian hangat, dan penutup mulut bila perlu karena debu di kawasan terbuka. Simpan tas penting di dekat tubuh, dan jangan meletakkan barang berharga di tempat terbuka.
Tetap berada dekat rombongan agar mudah bergerak saat rombongan bertolak ke Mina. Manfaatkan waktu untuk beristirahat sebanyak mungkin, karena hari berikutnya di Mina akan padat. Sampaikan kepada pembimbing bila kondisi tubuh lemah agar penyesuaian dapat diatur.
Dalil & Sumber
Pertanyaan Umum
Apa yang dilakukan di Muzdalifah?
Jamaah bermalam di Muzdalifah setelah bertolak dari Arafah, melaksanakan shalat jamak, berzikir, dan mengumpulkan batu untuk melontar jumrah.
Apakah ada bangunan di Muzdalifah?
Muzdalifah adalah kawasan terbuka tanpa bangunan penginapan. Jamaah bermalam di bawah langit terbuka, sehingga perlu menyiapkan alas dan pakaian yang memadai.
Berapa lama mabit di Muzdalifah?
Mabit dilakukan pada malam 10 Dzulhijjah, umumnya dari setelah tengah malam hingga dini hari, lalu jamaah bertolak menuju Mina.