Beranda › Tokoh Berhaji › Buya Hamka رحمه الله
Ulama & sastrawan

Buya Hamka رحمه الله

Ulama dan sastrawan Indonesia (1908–1981 M) yang menunaikan haji tahun 1927 M dan menulis tentang Ka'bah.

عبد الملك كريم أمر الله رحمه الله

1908–1981 M · Indonesia

Siapa Buya Hamka?

Buya Hamka رحمه الله, bernama lengkap Haji Abdul Malik Karim Amrullah, adalah ulama, sastrawan, dan pemikir Indonesia. Menurut catatan sejarah, ia lahir pada tahun 1908 Masehi dan wafat pada tahun 1981 Masehi. Ia dikenal lewat karya tafsir dan tulisan-tulisannya yang luas.

Selain sebagai ulama, ia penulis yang produktif. Namanya harum dalam dunia sastra dan pemikiran Islam Indonesia, dan pengaruhnya tetap hidup sampai kini.

Ia lahir dalam keluarga ulama dan tumbuh di tengah tradisi keilmuan Minangkabau. Semenjak muda ia aktif menulis, berdakwah, dan menyampaikan gagasan keislaman melalui bahasa yang hidup dan mudah dipahami.

Ia mempelajari Al-Qur'an, hadis, dan sastra, lalu menyatukannya dalam karya yang menjembatani ilmu agama dengan kehidupan masyarakat. Gaya bahasanya tajam namun tetap santun.

Jejak Hajinya

Menurut catatan riwayat hidupnya, Buya Hamka رحمه الله menunaikan haji pada tahun 1927 Masehi, ketika usianya masih muda. Ia kemudian bermukim di Tanah Suci untuk beberapa waktu dan menimba pengalaman hidup di sana.

Pengalaman itu meninggalkan bekas yang dalam pada dirinya. Kemudian ia menulis novel Di Bawah Lindungan Ka'bah, yang menghidupkan suasana Tanah Suci dan menjadi salah satu karya sastra Islam Indonesia yang paling dikenang.

  • Haji 1927 M — menurut catatan riwayat hidupnya, ia menunaikan haji pada tahun tersebut.
  • Bermukim di Tanah Suci — ia menimba pengalaman dan bergaul dengan suasana Makkah.
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah — novelnya yang lahir dari kedekatannya dengan Tanah Suci.

Bermukim di Tanah Suci setelah menunaikan haji memberinya kesempatan mengenal suasana Makkah dari dekat. Pengalaman itu menjadi bahan yang kemudian ia tuangkan ke dalam tulisan dan karya sastranya.

  • Karya tafsir — tafsir Al-Azhar menjadi salah satu peninggalan yang keberadaannya dihormati.
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah — novel yang menghidupkan suasana Tanah Suci bagi pembaca di Nusantara.

Dari pengalaman di Tanah Suci, ia menuliskan suasana Makkah dengan sentuhan sastra, sehingga pembaca di Nusantara dapat merasakan kedekatan pada tempat-tempat suci.

Keteladanan

Keteladanan Buya Hamka رحمه الله adalah keberanian berpikir dan kesetiaan berdakwah melalui pena. Ia menyampaikan nilai-nilai agama dengan bahasa yang hidup, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat luas dari berbagai lapisan.

Ia juga teladan dalam ketekunan berkarya sepanjang hayat. Karyanya mencakup tafsir, sastra, sejarah, dan pemikiran — menunjukkan bahwa ilmu dapat mengalir melalui jalan sastra dan pemikiran, bukan hanya mimbar.

Keteladanan Buya Hamka رحمه الله adalah keberanian berpikir dan ketekunan berkarya sepanjang hayat. Ia menyampaikan nilai agama lewat pena, sastra, dan pemikiran, sehingga menjangkau banyak lapisan masyarakat.

Selain menulis, ia aktif menyampaikan pandangan di mimbar dan lembaga. Keteguhannya berdiri pada prinsip membuat namanya dihormati sampai kini.

Pemuda Minang yang Berangkat Haji

Menurut catatan riwayat hidupnya, Buya Hamka رحمه الله menunaikan haji pada tahun 1927 Masehi, ketika usianya baru sekitar sembilan belas tahun. Pilihan seorang pemuda untuk menempuh perjalanan jauh ke Tanah Suci pada usia segitu menunjukkan dorongan keimanan yang sudah tumbuh sejak dini.

Ia kemudian bermukim beberapa waktu di Tanah Suci dan menimba pengalaman hidup di sana. Pengalaman itulah yang kelak menjadi latar tulisannya tentang suasana Makkah, sehingga pembaca di Nusantara dapat membayangkan kehidupan di kota suci tanpa harus pergi ke sana terlebih dahulu.

Sumber & Catatan

Riwayat hidup Buya Hamka رحمه الله bersumber dari buku dan catatan biografinya. Datanya disebutkan dengan hati-hati:

  • Biografi — menurut catatan sejarah, ia lahir tahun 1908 Masehi dan wafat tahun 1981 Masehi.
  • Riwayat — kisahnya menunaikan haji tahun 1927 Masehi disebutkan dalam riwayat hidupnya.
  • Catatan — perincian perjalanan dan masa bermukim di Tanah Suci disebutkan menurut riwayat, bukan angka yang dapat dipastikan mutlak.

Bagi jamaah, kisahnya mengingatkan bahwa ibadah haji dapat meninggalkan bekas yang mendalam. Perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya urusan badan, tetapi juga perjalanan hati yang membentuk pribadi dan karya.

Bagi jamaah, kisahnya membuktikan bahwa pengalaman ibadah dapat mengalir menjadi karya yang bermanfaat, bukan hanya kenangan pribadi.

Pelajaran: Perjalanan yang Menjadi Karya

Hamka رحمه الله menunjukkan bahwa ibadah tidak berhenti ketika perjalanan selesai. Pengalaman di Tanah Suci ia tuangkan ke dalam tulisan yang bertahan puluhan tahun dan terus dibaca generasi baru — sebuah cara menjaga agar perjalanan tetap memberi manfaat bagi orang lain.

Bagi jamaah, kisahnya mengajarkan menyiapkan bekal ilmu dan catatan sebelum berangkat, lalu mengolah pengalaman setelah pulang. Haji yang dijalani dengan kesungguhan dapat melahirkan hal-hal baik di luar ibadah itu sendiri: kesadaran, inspirasi, dan karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Dalil & Sumber

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.
وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ
Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji; niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus.

Pertanyaan Umum

Kapan Buya Hamka menunaikan haji?

Menurut catatan riwayat hidupnya, Buya Hamka رحمه الله menunaikan haji pada tahun 1927 Masehi ketika usianya masih muda, lalu bermukim di Tanah Suci untuk menimba pengalaman.

Apa judul novel Buya Hamka yang bertema Tanah Suci?

Novel itu berjudul Di Bawah Lindungan Ka'bah. Karya ini menghidupkan suasana Tanah Suci dan menjadi salah satu karya sastra Islam Indonesia yang paling dikenang.

Kapan Buya Hamka hidup?

Menurut catatan sejarah, Buya Hamka رحمه الله lahir pada tahun 1908 Masehi dan wafat pada tahun 1981 Masehi. Ia ulama, sastrawan, dan pemikir Islam Indonesia.

Siap Menunaikan?

Tanya langsung, jangan menebak.

Harga terbaru, ketersediaan seat, jadwal kloter, sampai alamat kantor dan legalitasnya — kami jawab lengkap di satu chat WhatsApp. Tidak ada formulir, tidak menunggu balasan email.

Chat Konsultasi WhatsApp Lihat Paket 1447H
Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berizin Kementerian Agama RI · PPIU No. 0213010012486 · +62 821-1268-5085
Tanya Sekarang