Siapa Utsman bin Affan?
Utsman bin Affan رضي الله عنه adalah khalifah ketiga. Masa kepemimpinannya berjalan sekitar tahun 644 hingga 656 Masehi. Ia dikenal sangat pemalu, lembut, dan dermawan — salah satu sahabat yang paling banyak bersedekah untuk kepentingan umat.
Di bawah pemerintahannya, penyelesaian penulisan mushaf standar Al-Qur'an dilakukan, dan pembangunan di dua tanah suci mendapat perhatian besar demi kenyamanan jamaah.
Utsman bin Affan رضي الله عنه dikenal sangat pemalu dan lembut, sehingga para malaikat pun disebut menghormatinya dalam riwayat. Kedermawanannya membuatnya dijuluki sebagai salah satu sahabat paling besar jasanya bagi umat.
Banyak sumbangan besarnya bagi umat, dari perluasan masjid hingga penyediaan kebutuhan jamaah, lahir dari hartanya sendiri tanpa meminta balasan dari manusia.
Jejak Hajinya
Utsman رضي الله عنه melanjutkan dan memperluas penataan yang dimulai Khalifah Umar رضي الله عنه. Menurut riwayat dalam kitab sejarah, ia memperluas Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah agar mampu menampung jamaah yang jumlahnya terus bertambah.
Ia juga dikenang karena menyediakan air dan fasilitas bagi jamaah di dua tanah suci, termasuk mengurus kebutuhan air yang sangat vital di daerah gersang. Dengan kedermawanannya, ia membeli sumur untuk kepentingan kaum muslimin.
- Perluasan Masjidil Haram — menambah daya tampung untuk jamaah haji di Makkah.
- Perluasan Masjid Nabawi — memperluas masjid di Madinah yang menjadi tempat ziarah.
- Air dan fasilitas — menyediakan kebutuhan air bagi jamaah di dua tanah suci.
Perluasan kedua masjid suci dilakukan untuk menjawab kebutuhan jamaah yang terus meningkat. Dengan jumlah jamaah yang bertambah setiap musim, ruang ibadah perlu dibuka lebih luas agar mereka dapat melaksanakan tawaf dan salat dengan leluasa.
- Air untuk jamaah — menyediakan dan membeli sumber air bagi kepentingan kaum muslimin di daerah yang gersang.
- Penulisan mushaf — menyatukan bacaan Al-Qur'an dalam satu mushaf standar demi menjaga kesatuan umat.
Perluasan itu membuka ruang bagi jamaah yang datang dari berbagai penjuru, sehingga mereka dapat bertawaf dan salat dengan lebih leluasa di kedua masjid suci.
Keteladanan
Keteladanan Utsman رضي الله عنه adalah kedermawanan dan kelembutan akhlak. Hartanya ia gunakan untuk kepentingan umat, bukan untuk memperkaya diri. Ia membiayai pembangunan dan kebutuhan jamaah tanpa mengharap pujian manusia.
Ia juga teladan dalam kesabaran dan kepasrahan kepada Allah. Meski menghadapi gejolak pada akhir masa kepemimpinannya, ia tetap menahan diri dari pertumpahan darah di antara kaum muslimin dan berserah kepada Allah.
Keteladanan Utsman رضي الله عنه menegaskan bahwa harta yang dimiliki seorang mukmin boleh menjadi sarana besar bagi kepentingan ibadah. Ia tidak menyimpan demi diri sendiri, tetapi membelanjakannya bagi kemudahan umat.
Momen yang Mengubah Kesatuan Bacaan
Di samping urusan haji, Utsman رضي الله عنه dikenang atas langkah menyatukan penulisan Al-Qur'an dalam satu mushaf standar. Menurut catatan sejarah, langkah itu dilakukan ketika perbedaan bacaan mulai tersebar di berbagai wilayah yang telah meluas.
Dengan mushaf yang sama, umat membaca dengan kesatuan yang sama pula. Bagi jamaah, kesatuan itu terasa ketika ayat yang sama terdengar dibacakan di Mina, di Arafah, dan di Masjidil Haram tanpa perbedaan yang berarti. Langkah ini sekaligus mencerminkan kepedulian seorang khalifah pada kerukunan umat di atas segala sesuatu.
Sumber & Catatan
Jejak Utsman رضي الله عنه dalam perluasan masjid tercatat dalam riwayat dan kitab sejarah. Datanya disebutkan dengan hati-hati:
- Sejarah — masa kekhalifahannya menurut catatan sejarah berlangsung sekitar 644–656 Masehi.
- Hadis — keutamaan membangun masjid bagi kaum muslimin diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis yang sahih.
- Catatan — perincian luas dan tahapan perluasan disebutkan menurut riwayat sejarah, bukan angka yang dapat dipastikan mutlak.
Jejaknya bagi jamaah haji bertahan dalam bentuk ruang ibadah yang luas dan air yang tersedia di dua tanah suci — dua hal yang menjadi kebutuhan dasar bagi setiap orang yang menunaikan ibadah di sana.
Karena itu, mengenang jasa Utsman رضي الله عنه berarti mengenang kemudahan ibadah yang dirasakan di dua tanah suci hari ini.
Ruang Ibadah dan Air yang Dirasakan Jamaah
Jasa Utsman رضي الله عنه yang paling langsung dirasakan jamaah adalah ruang ibadah yang luas dan air yang tersedia. Perluasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjawab kebutuhan jamaah yang bertambah setiap musim, sementara pengadaan air memenuhi kebutuhan paling mendasar di daerah yang gersang.
Kedermawanannya mengajarkan bahwa harta seorang mukmin paling bernilai ketika dipakai memudahkan ibadah orang lain. Hingga kini, kenyamanan bertawaf dan salat di dua tanah suci menyimpan jejak pemikiran dan kedermawanan seorang khalifah yang mengeluarkan hartanya tanpa menghitung balasan.
Dalil & Sumber
Pertanyaan Umum
Apa jasa Utsman bin Affan رضي الله عنه bagi jamaah haji?
Menurut riwayat, Utsman رضي الله عنه memperluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta menyediakan air dan fasilitas bagi jamaah di dua tanah suci, sehingga ibadah menjadi lebih nyaman.
Mengapa Utsman disebut khalifah yang dermawan?
Karena ia menggunakan hartanya untuk kepentingan umat, termasuk membiayai kebutuhan jamaah dan membeli sumur air untuk kaum muslimin. Kedermawanannya terkenal sejak sebelum menjadi khalifah.
Berapa lama Utsman bin Affan menjadi khalifah?
Menurut catatan sejarah, Utsman bin Affan رضي الله عنه memimpin sekitar tahun 644 hingga 656 Masehi. Masa itu juga dikenal karena penulisan mushaf standar Al-Qur'an.