Beranda › Tokoh Berhaji › Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه
Khalifah 656–661 M

Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه

Khalifah 656–661 M yang diutus Rasulullah ﷺ membacakan pernyataan Al-Qur'an pada haji tahun 9 H.

علي بن أبي طالب رضي الله عنه

35–40 H · Makkah & Madinah

Siapa Ali bin Abi Thalib?

Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه adalah khalifah keempat. Ia sepupu sekaligus menantu Rasulullah ﷺ, suami Fatimah رضي الله عنها, dan termasuk anak yang pertama masuk Islam serta salah satu sahabat paling berilmu.

Ia tumbuh dalam asuhan Rasulullah ﷺ dan dikenal berani, zuhud, dan teguh dalam kebenaran. Masa kekhalifahannya berjalan sekitar tahun 656 hingga 661 Masehi, diwarnai gejolak besar dalam tubuh umat.

Ali رضي الله عنه tumbuh dalam asuhan Rasulullah ﷺ dan termasuk yang pertama membenarkan risalah. Ia dikenal sebagai pintu ilmu dan salah satu sahabat yang paling memahami tafsir serta hukum Islam.

Ia dikenal sebagai pintu ilmu bagi umat, dan nasihat-nasihatnya tentang takwa, keadilan, serta kesederhanaan tetap dikenang dalam khazanah keilmuan Islam.

Namanya harum dalam sejarah keilmuan dan kepemimpinan umat.

Jejak Hajinya

Nama Ali رضي الله عنه erat terkait haji tahun 9 Hijriah / 631 Masehi. Menurut riwayat dalam Sahih al-Bukhari, ia diutus Rasulullah ﷺ ke Makkah untuk membacakan pernyataan Al-Qur'an — pemutusan perjanjian terhadap kaum musyrikin — kepada khalayak pada hari haji akbar.

Ia menyampaikan pernyataan itu di Mina, dan kehadirannya melengkapi kepemimpinan haji yang saat itu dipegang Abu Bakar رضي الله عنه. Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam penataan haji di era Islam.

  • Haji tahun 9 H / 631 M — ia diutus menyampaikan pernyataan yang diabadikan dalam Surah At-Taubah.
  • Mina — tempat ia membacakan pernyataan itu kepada kaum musyrikin.
  • Makkah — kota yang menjadi latar peristiwa ini, setahun setelah pembebasan kota.

Pengutusannya pada haji tahun 9 Hijriah menunjukkan kedudukannya yang dipercaya. Ia menyampaikan pesan yang berat dengan berani, dan bacaan pernyataannya itu menjadi bagian dari wahyu yang dicatat dalam Al-Qur'an.

  • Pernyataan pemutusan perjanjian — disampaikan kepada kaum musyrikin pada hari haji akbar.
  • Mina — tempat ia membacakan pernyataan itu di hadapan khalayak jamaah.

Selain menyampaikan pernyataan itu, ia juga menjalankan urusan ibadah dan kepemimpinan pada masa setelah Rasulullah ﷺ, termasuk dalam perjalanan menuju Tanah Suci.

Keteladanan

Keteladanan Ali رضي الله عنه adalah keberanian menegakkan kebenaran disertai ilmu yang dalam. Ia tidak gentar menyampaikan pesan yang berat kepada khalayak, dan melakukannya dengan penuh tanggung jawab sejak usia muda.

Ia juga teladan dalam kesederhanaan dan kecintaan pada ilmu. Kehidupannya zuhud meski memegang kekuasaan, dan nasihat-nasihatnya tentang keadilan serta takwa tetap dikenang dalam khazanah keilmuan Islam.

Keteladanan Ali رضي الله عنه juga tampak dalam kesederhanaan. Meski menjadi khalifah, ia hidup zuhud, dan nasihat-nasihatnya tentang takwa serta keadilan dikenang dalam khazanah keilmuan Islam.

Ia juga teladan dalam membela kebenaran tanpa gentar, baik di medan perang maupun ketika menyampaikan pesan yang berat di hadapan khalayak jamaah.

Perjalanan Menuju Makkah untuk Tugas yang Berat

Menurut riwayat, Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه menempuh perjalanan dari Madinah menuju Makkah untuk menyampaikan pernyataan resmi pada hari haji akbar tahun 9 Hijriah. Tugas itu bukan tugas ringan: ia harus membacakan pesan yang memutus hubungan dengan kaum musyrikin di hadapan khalayak ramai.

Ia menyampaikannya di Mina, di tengah berkumpulnya jamaah dari berbagai penjuru. Perjalanan sekaligus penyampaiannya menunjukkan bahwa haji pada masa itu juga menjadi waktu penyampaian pesan kepada umat yang terhimpun — kesempatan yang hanya datang sekali dalam setahun dan tidak boleh disia-nyiakan.

Sumber & Catatan

Peran Ali رضي الله عنه dalam haji tahun 9 Hijriah tercatat dalam riwayat yang masyhur. Datanya disebutkan dengan hati-hati:

  • Hadis — pengutusan Ali رضي الله عنه untuk menyampaikan pernyataan Al-Qur'an diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari.
  • Al-Qur'an — Surah At-Taubah: 1–3 memuat pernyataan pemutusan perjanjian dengan kaum musyrikin.
  • Sejarah — masa kekhalifahannya menurut catatan sejarah berlangsung sekitar 656–661 Masehi.

Kisahnya mengingatkan bahwa ibadah haji juga panggung penegakan kebenaran. Di tengah keramaian jamaah, pesan tauhid dan kejelasan hukum bisa disampaikan dengan berani dan bertanggung jawab.

Kisahnya mengingatkan bahwa keberanian menegakkan kebenaran adalah bagian dari ruh ibadah, termasuk ketika seseorang berada di tengah keramaian jamaah.

Keberanian Menyampaikan Kebenaran di Tengah Keramaian

Kisah Ali رضي الله عنه mengingatkan bahwa haji memiliki sisi penegakan kebenaran. Di tengah keramaian jamaah, pesan yang jelas tentang tauhid dan hukum disampaikan dengan berani, terbuka, dan bertanggung jawab — bukan disembunyikan dan bukan pula diringankan agar terdengar enak.

Bagi jamaah hari ini, teladan itu hidup dalam kesediaan menyampaikan perkara yang benar dengan cara yang benar, serta dalam menjaga keikhlasan meski keadaan tidak selalu mudah. Seperti halnya beliau, keberanian tanpa ilmu dan akhlak kehilangan maknanya; keduanya harus berjalan bersama dalam setiap amal.

Dalil & Sumber

وَأَذَانٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ
Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.
وَلَا تَقُولُوا لِمَن يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ
Dan janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka itu hidup.

Pertanyaan Umum

Apa tugas Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه pada haji tahun 9 H?

Menurut riwayat dalam Sahih al-Bukhari, Ali رضي الله عنه diutus Rasulullah ﷺ ke Makkah untuk membacakan pernyataan Al-Qur'an tentang pemutusan perjanjian terhadap kaum musyrikin, sebagaimana tercatat dalam Surah At-Taubah.

Kapan Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah?

Menurut catatan sejarah, Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه memimpin sekitar tahun 656 hingga 661 Masehi, setelah masa kekhalifahan Utsman bin Affan رضي الله عنه.

Mengapa Ali disebut teladan dalam menegakkan kebenaran?

Karena ia berani menyampaikan pesan berat kepada khalayak meski masih muda, dan dikenal teguh dalam kebenaran disertai ilmu yang dalam serta hidup sederhana meski memegang kekuasaan.

Siap Menunaikan?

Tanya langsung, jangan menebak.

Harga terbaru, ketersediaan seat, jadwal kloter, sampai alamat kantor dan legalitasnya — kami jawab lengkap di satu chat WhatsApp. Tidak ada formulir, tidak menunggu balasan email.

Chat Konsultasi WhatsApp Lihat Paket 1447H
Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berizin Kementerian Agama RI · PPIU No. 0213010012486 · +62 821-1268-5085
Tanya Sekarang