Beranda › Tempat Suci › Jabal Thur
Gua Hijrah

Jabal Thur

Puncak berbatu di selatan Makkah tempat Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar bersembunyi tiga malam saat hijrah, diabadikan dalam Surah At-Taubah: 40.

جبل ثور
Jabal Thur
Jabal Thur — Gua Hijrah

Sejarah Jabal Thur

Jabal Thur adalah bukit berbatu di sebelah selatan Makkah. Di dalamnya terdapat sebuah gua yang menjadi tempat persembunyian Nabi Muhammad ﷺ bersama sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, selama tiga malam saat perjalanan hijrah menuju Madinah.

Menurut riwayat masyhur, peristiwa ini terjadi ketika kaum Quraisy merencanakan penangkapan terhadap Rasulullah ﷺ. Dengan perlindungan Allah, keduanya bersembunyi di gua tersebut sementara jejak mereka dicari di sekitar Makkah. Menurut riwayat, sejumlah pencari bahkan sampai di mulut gua, namun tidak dapat melihat keduanya. Setelah keadaan aman, keduanya melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Kedudukan dalam Sejarah Islam

Gua Jabal Thur menjadi salah satu tempat penting dalam perjalanan hijrah, peristiwa yang menandai awal tahun Hijriyah dan terbentuknya masyarakat Islam di Madinah. Perjalanan hijrah menjadi titik tolak berdirinya komunitas Muslim yang mandiri.

  • Tempat persembunyian Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar selama tiga malam.
  • Awal perjalanan hijrah menuju Madinah.
  • Bukti perlindungan Allah terhadap Nabi-Nya di saat genting.

Peristiwa ini mengajarkan tentang tawakal, ketenangan, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu menyertai orang beriman yang berusaha dan berdoa.

Dalil & Riwayat

Al-Qur'an mengabadikan peristiwa persembunyian di gua ini dalam Surah At-Taubah. Allah berfirman:

"...ketika dia (Muhammad) berkata kepada sahabatnya, 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.'" — QS At-Taubah: 40

Dalam ayat yang sama, Allah menyebut keduanya sebagai salah satu dari dua orang yang berada di dalam gua. Ayat ini menjadi dalil keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai sahabat yang mendampingi Rasulullah ﷺ pada saat paling kritis dalam perjalanan hijrah.

Amalan & Adab di Jabal Thur

Jamaah yang berkunjung ke Jabal Thur biasanya mendaki untuk melihat gua dan merenungi peristiwa hijrah. Beberapa adab yang baik diperhatikan agar kunjungan tetap bermanfaat dan sesuai tuntunan.

  • Berniat mengambil pelajaran sejarah, bukan meminta sesuatu kepada bebatuannya.
  • Menjaga adab, kebersihan, dan keselamatan selama mendaki.
  • Tidak mengkhususkan shalat atau doa tertentu di dalam gua.
  • Menjaga ketenangan dan tidak mengganggu jamaah lain.

Ziarah ke tempat ini semata untuk menghayati perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat dalam menegakkan Islam. Gua Jabal Thur bukan tempat meminta hajat, melainkan pengingat akan keteguhan iman di tengah kesulitan.

Catatan untuk Jamaah Indonesia

Jalan menuju Jabal Thur cukup berat, menanjak, dan berbatu, sehingga memerlukan kondisi fisik yang prima. Jamaah dianjurkan mempertimbangkan keadaan diri sebelum mendaki, terutama bagi lanjut usia atau yang memiliki riwayat penyakit.

Bila tidak memungkinkan mendaki, jamaah tetap dapat mengambil pelajaran dari kisah hijrah tanpa harus sampai ke gua. Yang terpenting adalah menjaga keselamatan dan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Nilai sebuah ziarah terletak pada pelajaran yang dibawa pulang, bukan pada jarak yang ditempuh. Pendakian ke Jabal Thur membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga sebaiknya dilakukan pada pagi atau waktu yang lebih sejuk. Bawa air minum, kenakan alas kaki yang kuat, dan jangan mendaki sendirian. Bila tidak memungkinkan naik, jamaah tetap dapat mengambil pelajaran dari kisah hijrah tanpa memaksakan diri, karena yang terpenting adalah menjaga keselamatan bersama.

Apa yang Jamaah Lakukan di Jabal Thur

Kunjungan ke Jabal Thur biasanya berupa perjalanan menuju kaki bukit, lalu pendakian bagi yang sanggup, untuk melihat gua tempat Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi. Di sana jamaah merenungi peristiwa hijrah dan keteguhan keduanya di saat genting.

Sebagaimana ziarah sejarah lainnya, tidak ada tata cara ibadah khusus di dalam gua. Jamaah cukup menjaga adab, mengambil pelajaran, dan tidak mengkhususkan tempat ini untuk permohonan tertentu. Perjalanan ini lebih menonjolkan penghayatan kisah tawakal dan perlindungan Allah.

Waktu dan Suasana Pendakian

Jalur menuju gua cukup menanjak, berbatu, dan pada sebagian bagian terasa terjal, sehingga pendakian membutuhkan tenaga lebih. Waktu pagi atau sore lebih nyaman dibanding tengah hari, karena kawasan ini terbuka dan panas.

Karena letaknya di selatan Makkah, perjalanan biasanya menggabungkan kunjungan sejarah dengan waktu istirahat. Suasana di sekitar bukit relatif sunyi, cocok untuk merenung sebelum kembali ke rangkaian ibadah utama di Masjidil Haram.

Kesalahan Umum saat Mendaki Jabal Thur

Beberapa kekeliruan yang perlu dihindari:

  • Mendaki tanpa memperhitungkan kondisi fisik, padahal jalurnya berat.
  • Mengkhususkan shalat atau doa tertentu di dalam gua, padahal tidak ada tuntunan khusus untuk itu.
  • Kehilangan rombongan karena berjalan terlalu jauh dari kelompok.
  • Membuang sampah di sepanjang jalur atau merusak bebatuan.

Menyikapi tempat ini sebagai sarana mengambil pelajaran sejarah akan menjaga niat dan adab tetap lurus.

Pertanyaan yang Sering Muncul di Lapangan

Pertanyaan yang kerap muncul: apakah wajib mendaki ke gua, berapa lama perjalanan, dan apakah aman bagi jamaah lanjut usia. Jawabannya, mendaki bukan kewajiban, lama perjalanan bergantung kondisi, dan jamaah lanjut usia sebaiknya mempertimbangkan kemampuannya.

Bila ragu, tanyakan kepada pembimbing ibadah mengenai kelayakan kunjungan dari sisi waktu dan kondisi. Banyak rombongan menyesuaikan kunjungan dengan jadwal ibadah utama agar tidak mengganggu rangkaian haji di Makkah.

Dalil & Sumber

إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
...ketika dia berkata kepada sahabatnya, "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."

Pertanyaan Umum

Apa hubungan Jabal Thur dengan hijrah?

Jabal Thur adalah tempat Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar bersembunyi di sebuah gua selama tiga malam saat perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah.

Berapa lama keduanya bersembunyi di gua?

Menurut riwayat masyhur, keduanya berada di gua tersebut selama tiga malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Apakah dianjurkan shalat di gua Jabal Thur?

Tidak ada anjuran khusus untuk shalat atau berdoa memohon di gua tersebut. Kunjungan ke tempat ini bertujuan mengambil pelajaran sejarah hijrah.

Siap Menunaikan?

Tanya langsung, jangan menebak.

Harga terbaru, ketersediaan seat, jadwal kloter, sampai alamat kantor dan legalitasnya — kami jawab lengkap di satu chat WhatsApp. Tidak ada formulir, tidak menunggu balasan email.

Chat Konsultasi WhatsApp Lihat Paket 1447H
Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berizin Kementerian Agama RI · PPIU No. 0213010012486 · +62 821-1268-5085
Tanya Sekarang