Beranda › Tempat Suci › Masjid Nabawi
Tanah Suci Madinah

Masjid Nabawi

Masjid yang dibangun Rasulullah ﷺ di Madinah, dengan Raudhah yang menurut hadis sahih adalah taman dari taman-taman surga.

المسجد النبوي
Masjid Nabawi
Masjid Nabawi — Tanah Suci Madinah

Sejarah Masjid Nabawi

Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun Nabi Muhammad ﷺ setibanya di Madinah setelah hijrah. Menurut riwayat, masjid ini dibangun di atas tanah tempat unta beliau berhenti, dan sejak awal menjadi pusat ibadah, pendidikan, serta pemerintahan umat Islam pada masa-masa awal.

Bangunan ini diperluas pada masa Rasulullah ﷺ sendiri, lalu dilanjutkan oleh para khalifah sesudahnya dari generasi ke generasi. Pada akhirnya, Masjid Nabawi menjadi salah satu masjid terbesar dan paling dimuliakan di dunia, tempat jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul setiap tahun, termasuk jamaah haji dari Indonesia.

Kedudukan dalam Ibadah Haji

Banyak jamaah haji menyempatkan singgah ke Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi. Meski bukan bagian dari rukun haji, kunjungan ke masjid ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan dan biasa dilakukan sebelum atau sesudah puncak haji di Makkah.

  • Shalat berjamaah yang pahalanya berlipat dibanding masjid lain.
  • Raudhah, bagian di antara rumah dan mimbar Nabi ﷺ.
  • Ziarah makam Nabi Muhammad ﷺ dan dua sahabatnya.

Karena itu, jamaah biasanya menghabiskan beberapa hari di Madinah untuk memperbanyak ibadah dan menenangkan diri sebelum atau setelah rangkaian haji di Makkah.

Dalil & Keutamaan

Rasulullah ﷺ menyebut keutamaan shalat di masjid beliau dibanding masjid lain, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih. Beliau juga menyebutkan keutamaan Raudhah:

"Apa yang ada di antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga." — HR. Bukhari dan Muslim

Dalam hadis sahih lain disebutkan bahwa shalat di Masjid Nabawi lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Keutamaan ini menjadikan Masjid Nabawi salah satu tempat yang paling dicintai jamaah untuk memperbanyak ibadah.

Amalan & Doa di Masjid Nabawi

Beberapa amalan yang biasa dilakukan jamaah selama berada di Madinah, dengan tetap menjaga ketenangan dan adab di dalam masjid Nabi ﷺ.

  • Memperbanyak shalat berjamaah dan shalat sunnah di dalam masjid.
  • Shalat dua rakaat di Raudhah bila memungkinkan, sesuai jadwal yang berlaku.
  • Memperbanyak doa, zikir, dan membaca Al-Qur'an dengan tenang.
  • Menjaga kebersihan dan tidak berdesakan di area Raudhah.

Jamaah dianjurkan mengikuti jadwal kunjungan Raudhah yang telah diatur petugas. Menjaga kesabaran dan ketertiban saat menunggu giliran adalah bagian dari memuliakan masjid Nabi ﷺ.

Catatan untuk Jamaah Indonesia

Kunjungan ke Raudhah biasanya dijadwalkan sesuai jadwal yang ditetapkan, terutama untuk jamaah haji. Jamaah Indonesia dianjurkan mengikuti arahan pembimbing agar dapat masuk pada waktu yang tepat, serta mematuhi aturan yang berlaku di area tersebut.

Tetap jaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, terutama setelah perjalanan dari Makkah. Perbanyak amalan sunnah dengan tenang, dan jangan lupa mencatat nomor gerbang serta pintu agar mudah kembali ke penginapan. Suhu di Madinah dapat berbeda dari Makkah, sehingga pakaian yang sesuai perlu disiapkan. Jamaah dianjurkan mengatur waktu shalat pada jam-jam yang lebih lengang agar dapat beribadah dengan tenang. Bila hendak masuk Raudhah, ikuti jadwal dan jalur yang ditentukan petugas, serta bersabar saat menunggu giliran. Datang lebih awal ke masjid agar tidak terburu-buru dan tetap menjaga ketenangan di dalamnya.

Bagian-Bagian Masjid Nabawi

Masjid Nabawi memiliki beberapa bagian penting yang perlu dikenali jamaah:

  • Raudhah — kawasan antara rumah dan mimbar Nabi yang disebut sebagai taman dari taman surga.
  • Mimbar dan mihrab — tempat Nabi berkhutbah dan memimpin shalat.
  • Makam Nabi — bersama Abu Bakar dan Umar di sisi timur Raudhah.
  • Menara dan pintu — gerbang bernomor yang membantu jamaah mengenali lokasi.

Mengenal letak bagian-bagian ini membantu jamaah menentukan arah, mengatur kunjungan Raudhah, dan memudahkan kembali ke penginapan.

Waktu dan Suasana di Masjid Nabawi

Masjid Nabawi tetap ramai sepanjang hari, dengan kepadatan meningkat pada waktu shalat dan saat jadwal kunjungan Raudhah berlangsung. Waktu dini hari dan di antara shalat wajib biasanya lebih lapang untuk shalat sunnah dan berdoa.

Suasana di Madinah umumnya lebih tenang dibanding Makkah, sehingga jamaah dapat menikmati ibadah dengan tempo yang lebih santai. Banyak jamaah memanfaatkan waktu ini untuk memperbanyak shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan merenung sebelum atau sesudah rangkaian ibadah utama.

Kesalahan Umum Jamaah saat Berkunjung

Beberapa kekeliruan yang sering muncul:

  • Mengantre Raudhah tanpa mengikuti jadwal yang diatur petugas, sehingga tertahan lama.
  • Mendorong atau menyenggol jamaah lain demi mempercepat masuk.
  • Menganggap kunjungan ke Madinah sebagai bagian rukun haji, padahal ia termasuk amalan yang dianjurkan.
  • Tidak mencatat nomor pintu dan kehilangan arah kembali ke penginapan.

Mengikuti arahan petugas dan menjaga ketenangan adalah bentuk memuliakan masjid Nabi sekaligus menjaga kenyamanan bersama.

Tips Praktis Menyiapkan Kunjungan Raudhah

Kunjungan Raudhah biasanya dijadwalkan menurut jalur jamaah. Agar berjalan lancar, catat waktu dan titik kumpul yang ditentukan, datang lebih awal, dan berpakaian rapi. Bila jadwal penuh, tetap tenang dan manfaatkan shalat sunnah di bagian lain masjid.

Perbanyak doa dan zikir di dalam masjid tanpa memaksakan masuk ke area padat. Setelah selesai, kembalilah ke penginapan dengan tetap mengikuti rombongan, dan jaga kesehatan dengan istirahat yang cukup selama berada di Madinah.

Dalil & Sumber

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
Apa yang ada di antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.
الصَّلَاةُ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.

Pertanyaan Umum

Apa keistimewaan Masjid Nabawi?

Masjid Nabawi dibangun Nabi Muhammad ﷺ di Madinah. Shalat di dalamnya lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.

Apa itu Raudhah?

Raudhah adalah bagian Masjid Nabawi yang terletak antara rumah dan mimbar Nabi ﷺ. Menurut hadis sahih, area ini adalah taman dari taman-taman surga.

Apakah kunjungan ke Madinah termasuk rukun haji?

Tidak. Kunjungan ke Madinah bukan rukun haji, tetapi merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan biasa dilakukan jamaah sebelum atau sesudah haji.

Bagaimana cara masuk Raudhah?

Masuk Raudhah diatur sesuai jadwal yang ditetapkan petugas. Jamaah dianjurkan mengikuti arahan pembimbing agar dapat masuk pada waktu yang tepat.

Siap Menunaikan?

Tanya langsung, jangan menebak.

Harga terbaru, ketersediaan seat, jadwal kloter, sampai alamat kantor dan legalitasnya — kami jawab lengkap di satu chat WhatsApp. Tidak ada formulir, tidak menunggu balasan email.

Chat Konsultasi WhatsApp Lihat Paket 1447H
Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berizin Kementerian Agama RI · PPIU No. 0213010012486 · +62 821-1268-5085
Tanya Sekarang