Beranda › Tempat Suci › Multazam
Tempat Berdoa

Multazam

Bagian dinding Ka'bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Menurut riwayat masyhur, tempat ini termasuk yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.

الملتزم
Multazam
Multazam — Tempat Berdoa

Sejarah dan Letak Multazam

Multazam adalah bagian dinding Ka'bah yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Namanya berasal dari kata iltizam, artinya melekatkan atau bersandar — menggambarkan cara jamaah berdoa dengan mendekatkan dada, wajah, dan tangan ke dinding Baitullah. Letaknya hanya beberapa langkah dari pintu Ka'bah, di sisi yang menghadap ke arah alur thawaf.

Karena posisinya di sisi depan Ka'bah, kawasan ini termasuk yang paling dekat dengan jalur thawaf. Sepanjang sejarah, para jamaah memanfaatkan celah waktu yang tenang untuk berdiri dan berdoa di sini, mengikuti kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tempat ini tidak pernah kosong sepenuhnya pada musim haji, sehingga menuntut kesabaran bagi yang ingin berdiri di sana.

Kedudukan dalam Ibadah Haji

Multazam bukan rukun atau kewajiban haji, melainkan tempat berdoa yang dianjurkan. Jamaah dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari memperbanyak doa di sekitar Ka'bah, sepanjang tidak menimbulkan berdesakan. Kedudukannya lebih pada nilai keutamaan berdoa daripada kewajiban yang harus ditunaikan.

  • Berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah.
  • Dianjurkan untuk memperpanjang doa bila keadaan memungkinkan.
  • Termasuk amalan sunnah, bukan pengganti amalan wajib.
  • Tidak menjadi syarat sahnya haji maupun umrah.

Karena itu, jamaah tidak perlu memaksakan diri bila area sedang sangat padat, karena yang utama adalah menjaga keselamatan bersama.

Dalil & Riwayat

Al-Qur'an mendorong hamba untuk berdoa dan mendekat kepada Allah. Allah berfirman:

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku." — QS Al-Baqarah: 186

Dalam riwayat masyhur, sebagian salaf menyebut Multazam sebagai salah satu tempat yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Karena dasar utamanya adalah keutamaan berdoa, jamaah hendaknya tidak memaksakan diri bila keadaan sedang padat, dan tetap mengedepankan adab serta keselamatan.

Amalan & Doa di Sini

Beberapa hal yang biasa dilakukan jamaah di kawasan Multazam saat melaksanakan rangkaian haji maupun umrah. Semua dilakukan dengan tenang, singkat, dan tertib agar jamaah lain juga mendapat kesempatan yang sama.

  • Berdiri menghadap dinding Ka'bah dan berdoa dengan tenang.
  • Memperbanyak permohonan ampun dan doa kebaikan dunia-akhirat.
  • Menghindari dorong-mendorong dan segera bergeser setelah selesai.
  • Menjaga wudhu dan menjaga pandangan serta ucapan.

Isi doa tidak ditentukan, karena doa yang paling baik adalah yang keluar dari hati dengan sungguh-sungguh. Bila tidak dapat mendekat, jamaah tetap bisa berdoa dari tempatnya berdiri di dalam Masjidil Haram.

Catatan untuk Jamaah Indonesia

Kawasan Multazam sering sangat padat, terutama pada musim haji. Jamaah lanjut usia dan yang membawa anak sebaiknya tidak memaksakan masuk ke area paling dekat, demi keselamatan bersama. Berdesakan di area sempit dapat berisiko bagi diri sendiri maupun jamaah lain.

Jika tidak memungkinkan mendekat, niat dan doa tetap sah dipanjatkan dari tempat lain di Masjidil Haram. Yang terpenting adalah menjaga adab, kesabaran, dan tidak menyakiti jamaah lain. Memanfaatkan waktu setelah thawaf, saat arus jamaah mulai berkurang, sering menjadi pilihan yang lebih tenang.

Waktu dan Suasana di Kawasan Multazam

Multazam berada tepat di sisi depan Ka'bah, sehingga letaknya bersinggungan dengan alur thawaf. Karena itu suasananya sangat bergantung pada waktu: pada jam-jam sibuk kawasan ini nyaris selalu penuh, sementara di celah waktu tertentu, terutama dini hari atau saat banyak jamaah bergerak ke Arafah, ada kesempatan yang lebih lapang.

Bagi jamaah yang ingin berdoa di sini, datanglah pada waktu tenang dan selesaikan dengan cepat agar tidak menahan jamaah lain. Bila terlanjur padat, berdoa dari jarak beberapa langkah tetap sah, karena doa tidak terikat pada satu titik tertentu.

Kesalahan Umum Saat Berdoa di Multazam

Beberapa kekeliruan yang sering terjadi di kawasan Multazam perlu dihindari:

  • Memaksa menerobos kerumunan sampai menyakiti jamaah lain; ini bertentangan dengan adab beribadah.
  • Menganggap berdoa di Multazam sebagai syarat atau rukun, padahal ia amalan sunnah.
  • Menetapkan bacaan tertentu yang harus dihafal, padahal isi doa bebas dan yang utama adalah kesungguhan hati.
  • Berlama-lama menempel di dinding hingga menahan arus jamaah, padahal cukup beberapa saat.

Bila tidak dapat mendekat, jamaah tetap dapat berdoa menghadap Ka'bah dari tempat lain di Masjidil Haram tanpa mengurangi nilai ibadah.

Pertanyaan yang Sering Muncul di Lapangan

Pertanyaan yang kerap muncul antara lain: apakah wajib menjaga urutan saat berdoa di Multazam, apakah jamaah yang berhalangan tetap boleh mendekat, dan bagaimana bila terpisah dari rombongan setelah berdoa di sini.

Jawaban ringkasnya: tidak ada urutan wajib karena ini amalan sunnah; jamaah yang berhalangan tetap dapat berzikir dan berdoa dari tempatnya tanpa harus masuk ke area mataf; dan setelah selesai, sebaiknya jamaah segera menuju titik temu yang telah disepakati.

Untuk keadaan pribadi yang rumit, tanyakan kepada pembimbing ibadah yang mendampingi rombongan.

Tips Praktis Berdoa di Multazam

Beberapa tips sederhana: pilih waktu yang tidak terlalu padat, datang bersama satu atau dua rekan agar tidak meninggalkan rombongan, siapkan daftar hajat yang ingin dipanjatkan, dan batasi waktu di depan dinding. Setelah selesai, segera bergeser ke sisi luar agar arus jamaah tidak tersendat. Dengan begitu jamaah dapat memanfaatkan momen berdoa tanpa mengganggu kenyamanan orang lain.

Dalil & Sumber

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.

Pertanyaan Umum

Di mana letak Multazam?

Multazam berada pada dinding Ka'bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah.

Apakah berdoa di Multazam wajib?

Tidak. Berdoa di Multazam termasuk amalan sunnah yang dianjurkan, bukan kewajiban atau rukun haji.

Bagaimana jika tidak bisa mendekat karena padat?

Doa tetap dapat dipanjatkan dari tempat lain di Masjidil Haram. Mendekatkan diri tidak harus secara fisik bila keadaan berbahaya.

Siap Menunaikan?

Tanya langsung, jangan menebak.

Harga terbaru, ketersediaan seat, jadwal kloter, sampai alamat kantor dan legalitasnya — kami jawab lengkap di satu chat WhatsApp. Tidak ada formulir, tidak menunggu balasan email.

Chat Konsultasi WhatsApp Lihat Paket 1447H
Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berizin Kementerian Agama RI · PPIU No. 0213010012486 · +62 821-1268-5085
Tanya Sekarang